Apakah itu ?

Darah tali pusat adalah darah yang terdapat di pembuluh vena tali pusat bayi ketika proses kelahiran. Darah tersebut kaya akan sel punca yang sangat berharga, terutama Sel Punca Hematopoietik (HSC) yang memiliki kemampuan untuk membentuk berbagai sel darah dan sel pembentuk sistem kekebalan tubuh manusia. Sel-sel ini berperan penting dalam mengatasi berbagai macam penyakit dan kondisi. Sel-sel ini secara alami bersifat primitif dibandingkan dengan sel punca yang diperoleh dari sumber lain. Oleh karena itu, sel-sel tersebut cenderung tidak menimbulkan Graft Versus Host Disease (GVHD) setelah transplantasi sel punca.

Mengapa?

Sel Primitif
Darah tali pusat berbeda dengan darah biasa karena tidak mengalami proses penuaan; dan belum terpapar dengan lingkungan luar. Dengan demikian sel punca yang diperoleh dari darah tali pusat adalah bentuk sel punca yang paling primitif.

Penggunaan Terapi
Darah tali pusat telah digunakan untuk terapi hampir 80 tipe penyakit dengan lebih dari 40,000 transplantasi di seluruh dunia termasuk terapi yang terkait dengan gangguan darah, seperti leukemia, anemia sel sabit, talasemia, dan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Perlindungan Bagi Keluarga
Sang bayi akan memiliki sumber sel punca yang memiliki kecocokan penuh untuk dirinya (transplantasi autologus), serta kemungkinan kecocokan 50% untuk orang tuanya dan kemungkinan kecocokan 25% untuk saudara kandungnya.

Kesempatan Satu Kali Seumur Hidup
Sang Bayi hanya memiliki kesempatan satu kali dalam seumur hidup untuk menyimpan sel punca dirinya, yaitu pada saat ia dilahirkan. Jika tidak, maka sel punca yang sangat berharga tersebut akan terbuang sebagai limbah medis.

Sederhana, Cepat, dan Tidak Sakit
Pengumpulan darah tali pusat sederhana, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Tenaga medis yang telah terlatih akan mengambil sampel hanya dalam 5 menit, tanpa mengganggu atau mempersulit proses persalinan.

Pengambilan, Pengolahan, Penyimpanan

Pengambilan, pengolahan dan penyimpanan darah tali pusat sangat mudah, tidak menimbulkan rasa sakit maupun komplikasi ketika proses persalinan.

  1. Sesaat setelah bayi dilahirkan, dokter segera menjepit tali pusat dan memisahkannya dari bayi
  2. Jarum akan dimasukkan ke dalam pembuluh vena pada tali pusat sambil menunggu placenta terlepas dari ibu.
  3. Darah yang berasal dari tali pusat akan dialirkan ke dalam kantung darah dalam waktu 5 menit, tanpa harus melakukan interfensi maupun mengganggu proses kelahiran.
  4. Darah yang dikumpulkan selanjutnya akan diproses dengan AXP® System, yang telah memperoleh U.S Food and Drug Administration (FDA)
  5. Sample sel punca selanjutnya akan disimpan dalam cryobags yang juga sudah memiliki sertifikasi FDA
  6. Setelah melalui berbagai tahapan uji kualitas, selanjutnya darah tali pusat tersebut akan disimpan dalam tangki berisi fase uap cairan nitrogen, pada suhu -190°C